Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPUTAR ISLAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

Shalat

1. Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi)
2. Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do'a (saat bersujud) (HR. Muslim)

3. Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Abdullah ibnu Mas'ud Ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari)
5. Yang kusenangi dari urusan duniamu adalah wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan mataku (sebagai biji mata) dalam shalat. (HR. An-Nasaa'i dan Al Hakim)
6. Shalat dua rakaat (yakni shalat sunnah fajar) lebih baik dari dunia dan segala isinya. (HR. Tirmidzi)
7. Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan. (HR. Ahmad)

8. Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur mereka (putera-puteri). (HR. Abu Dawud)
9. Shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan shalat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah. (HR. Tirmidzi)
10. Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat. (HR. Ahmad)
11. Ibnu Abbas Ra. berkata : Rasulullah Saw. pernah menjama' shalat dzuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya' di Madinah tanpa disebabkan faktor ketakutan (khauf) atau hujan. Beliau ditanya apa sebabnya, lalu menjawab, "agar tidak menyulitkan umatnya." (HR. Muslim).
Penjelasan:
Jika menghadapi soal yang sangat penting dan mendesak beliau pernah menjama' walaupun bukan musafir.
12. Apabila seseorang mengantuk saat akan shalat hendaklah ia tidur sampai hilang ngantuknya, sebab bila shalat dalam keadaan mengantuk dia tidak menyadari bahwa ketika beristighfar ternyata dia memaki dirinya.(HR. Bukhari)
13. Janganlah melakukan shalat pada saat hidangan makanan sudah tersedia dan jangan pula memulai shalat dalam keadaan menahan kencing dan buang air (termasuk kentut). (HR. Ibnu Hibban)
14. Apabila diserukan untuk shalat datangilah dengan berjalan dengan tenang. Apa yang dapat kamu ikuti shalatlah dan yang tertinggal lengkapilah. (HR. Ahmad)
Penjelasan:
Tidak boleh tergesa-gesa dan berlari-larian menuju masjid.
15. Yang pertama-tama diangkat dari umat ini ialah khusyu' sehingga tidak terlihat seorangpun yang khusyu'. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
16. Allah Ta'ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashabih Assunnah)

17. Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya." (HR. Ad-Dailami)

18. Nabi Saw ditanya tentang shalat, "Bagaimana shalat yang paling afdol?" Beliau menjawab, "Berdiri yang lama." (HR. Muslim)
19. Rasulullah Saw apabila berdiri sesudah ruku' ('itidal) beliau membaca:


"Allah mendengar siapa yang memujiNya. Ya Allah Robb kami. Seluruh pujian bagimu sepenuh langit- langit, bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudahnya. Engkaulah yang patut disyukuri dan dipuji. Engkaulah yang paling layak diucapkan seorang hamba dan kami semua adalah hambaMu. Ya Allah, tidak ada pencegah bagi pemberianMu dan tidak memberi apabila Engkau menolaknya dan tidak berguna kebesaran seorang kecuali dengan kebesaran dari sisiMu. (HR. Muslim)
20. Nabi Saw bila mendengar seruan azan, beliau menirukan kata-kata dan seruannya. (HR. Ath-Thahawi)
21. Barangsiapa mengucapkan (do'a) setelah mendengar suara muazzin:


"Ya Allah, Robb seruan (azan) yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, karuniakanlah kepada Muhammad derajat dan kemuliaan yang tinggi dan kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan untuknya." Maka patut baginya memperoleh syafaat (ku) pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

22. Maukah aku beritahu apa yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab: "Baik ya Rasulullah." Beliau berkata, "Berwudhu dengan baik, menghilangkan kotoran-kotoran, banyak langkah diayunkan menuju mesjid, dan menunggu shalat (Isya) sesudah shalat (Maghrib). Itulah kewaspadaan (kesiagaan)." (HR. Muslim)

Penjelasan:
Kesiagaan dan persiapan untuk menghadapi perang fi sabilillah untuk membuka (menguasai) Mekah.
23. Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk ialah barisan paling akhir. Namun seburuk-buruk barisan wanita adalah yang paling depan dan yang terbaik ialah yang paling belakang. (HR. Muslim)
24. Barangsiapa mengimami suatu kaum lalu mengkhususkan do'a untuk dirinya, maka dia telah mengkhianati mereka. (HR. Aththusi)
25. Rapikan barisanmu, sesungguhnya merapikan barisan termasuk mendirikan shalat. (HR. Ibnu Hibban)
26. Shalat jama'ah pahalanya melebihi shalat sendiri-sendiri dengan dua puluh tujuh derajat. (Mutafaq'alaih)
27. Apabila seorang mengimami orang-orang hendaklah meringankan shalat karena di antara mereka terdapat anak-anak, orang tua, yang lemah, yang sakit clan yang punya hajat (keperluan), dan bila shalat sendirian dapat ia lakukan sesukanya. (HR. Bukhari)
28. Tiga orang yang diridhoi Allah yaitu seorang yang pada tengah malam bangun dan shalat, suatu kaum (jama'ah) yang berbaris untuk shalat dan suatu kaum berbaris untuk berperang (fisabilillah). (HR. Abu Ya'la)
29. Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. (Abu Hanifah)

30. Ada empat orang tidak diwajibkan shalat jum'at yaitu wanita, budak, orang yang sakit dan musafir (bepergian). (Abu Hanifah)
31. Apabila kamu menegur kawanmu saat imam berkhotbah pada shalat jum'at dengan ucapan: "dengarkan", maka pahala shalat jum'atmu menjadi batal. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan:
Ketika khatib sedang berkhotbah maka kita harus diam mendengarkan serta tidak boleh berbicara, kendatipun menegur orang lain yang sedang berbicara atau mengobrol dengan ucapan "Diamlah!" atau "Dengarkanlah!".

32. Barangsiapa meninggalkan shalat jum'at karena meremehkannya tanpa suatu alasan maka Allah Tabaroka wata'ala akan mengunci hatinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
33. Paling afdol (utama) shalat seorang (adalah) di rumahnya kecuali (shalat) yang fardhu (lima waktu). (HR. Bukhari dan Muslim)
34. Hati manusia kadangkala maju dan kadangkala mundur. Apabila sedang mengalami kemajuan shalatlah nawafil (sunah ba'diyah, qobliyah dan tahajjud) dan bila sedang mengalami kemunduran shalatlah yang fardhu-fardhu saja (lima waktu). (Ath-Thahawi)
35. Barangsiapa sesudah shalat (fardhu) mengucapkan zikir "Subhanallah" (Maha Suci Allah) 33 kali dan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) 33 kali dan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) 33 kali lalu digenapkan yang keseratusnya dengan (membaca):


"Laailaaha illallah wahdahu la syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodir" (Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa), maka akan terampuni dosa-dosanya (walaupun) sebanyak buih di lautan. (HR. Muslim)

36. Rasulullah Saw berkata kepada Muadz Ra, "Ya Muadz, jangan meninggalkan sehabis tiap shalat ucapan:"


"Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat Engkau dan banyak bersyukur kepada-Mu dan beribadah kepada-Mu dengan baik." (HR. An-Nasaa'i dan Abu Dawud)
37. Perbanyaklah sujud kepada Allah, sesungguhnya bila sujud sekali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu. (HR. Muslim)
38. Diberitahukan kepada Nabi Saw bahwa si Fulan shalat semalam suntuk tetapi pada pagi harinya dia mencuri. Lalu beliau menjawab, "Kelak shalatnya akan mencegahnya dari perbuatan mencuri." (HR. Ath-Thahawi)

39. Tiga orang yang shalatnya tidak sampai melampaui telinganya, yaitu seorang budak yang melarikan diri sampai dia pulang kembali, seorang isteri yang semalaman suaminya murka kepadanya, dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedangkan kaum itu tidak menyukainya. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
40. Apabila seorang shalat hendaklah mengenakan pakaian rangkap. Sesungguhnya Allah lebih berhak (dihadapi) dengan keindahan pakaian. (HR. Ath-Thabrani)
41. Rasulullah Saw bila menghadapi suatu dilema (situasi yang sukar dan membingungkan) beliau shalat. (HR. Ahmad)
43. Malaikat selalu berpesan kepadaku tentang shalat tengah malarn sehingga aku mengira bahwa umatku yang terbaik ialah yang sedikit tidurnya. (Abu Hanifah)
44. Rasulullah Saw apabila bangun tengah malam untuk shalat malam (Tahajjud) beliau mengucapkan:


"Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Maha suci Engkau, ya Allah, aku mohon ampunanMu atas dosaku dan aku mohon rahmatMu. Ya Allah, tambahlah ilmu bagiku dan jangan Engkau memalingkan hatiku setelah Engkau memberiku hidayah (petunjuk) dan karuniakanlah dari sisimu rahmat. Sesungguhnya Engkau Maha pemberi rahmat." (HR. Abu Dawud)
45. Umatku yang termulia ialah penghafal Al Qur'an dan yang selalu shalat tengah malam (tahajud). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Penjelasan:
Hamalatul Qur'an artinya penghafal Qur'an, memahami artinya, sekaligus mengajarkan dan mengamalkan isinya.
42. Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja maka Allah akan menggagalkan amalannya (usahanya). (HR. Bukhari)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

Seruan dan Peringatan Allah

Seruan dan Peringatan Allah Ta'ala



1. Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah 'Azza wajalla berfirman, "Anak Adam mendustakan Aku padahal tidak seharusnya dia berbuat demikian. Dia mencaci Aku padahal tidak seharusnya demikian. Adapun mendustakan Aku adalah dengan ucapannya bahwa "Allah tidak akan menghidupkan aku kembali sebagaimana menciptakan aku pada permulaan". Ketahuilah bahwa tiada ciptaan (makhluk) pertama lebih mudah bagiku daripada mengulangi ciptaan. Adapun caci-makinya terhadap Aku ialah dengan berkata, "Allah mempunyai anak". Padahal Aku Maha Esa yang bergantung kepada-Ku segala sesuatu. Aku tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun setara dengan Aku." (HR. Bukhari)

2. Dalam hadits Qudsi dijelaskan bahwa Allah Ta'ala berfirman: "Hai anak Adam, kamu tidak adil terhadap-Ku. Aku mengasihimu dengan kenikmatan-kenikmatan tetapi kamu membenciKu dengan berbuat maksiat-maksiat. Kebajikan kuturunkan kepadamu dan kejahatan-kejahatanmu naik kepada-Ku. Selamanya malaikat yang mulia datang melapor tentang kamu tiap siang dan malam dengan amal-amalmu yang buruk. Tetapi hai anak Adam, jika kamu mendengar perilakumu dari orang lain dan kamu tidak tahu siapa yang disifatkan pasti kamu akan cepat membencinya." (Ar-Rafii dan Ar-Rabii').

3. Anak Adam mengganggu Aku, mencaci-maki jaman (masa), dan Akulah jaman. Aku yang menggilirkan malam dan siang. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Allah Ta'ala berfirman (dalam hadits Qudsi) : "Kebesaran (kesombongan atau kecongkakan) pakaianKu dan keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa merampas salah satu (dari keduanya) Aku lempar dia ke neraka (jahanam)." (HR. Abu Dawud)
 
5. Berbaik sangka terhadap Allah termasuk ibadah yang baik. (HR. Abu Dawud)

6. Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu). ( HR. Bukhari)

7. Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Hai anak Adam, Aku menyuruhmu tetapi kamu berpaling, dan Aku melarangmu tetapi kamu tidak mengindahkan, dan Aku menutup-nutupi (kesalahan-kesalahan)mu tetapi kamu tambah berani, dan Aku membiarkanmu dan kamu tidak mempedulikan Aku. Wahai orang yang esok hari bila diseru oleh manusia akan menyambutnya, dan bila diseru oleh Yang Maha Besar (Allah) dia berpaling dan mengesampingkan, ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu, jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah diri Aku memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangiKu Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat Aku ampuni (dosa-dosa)mu, dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih." (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

Jumat, 25 Februari 2011

ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

Assalamualaikum wr.wb..
Sahabat...Setelah sekian lama kita berkutat dan disibukan dengan urusan  dunia ada baiknya kita sedikit me Refresh diri kita dengan pencerahan  agar kita selalu bisa ingat kepada yg menciptakan kita.... Untuk itu  saya akan berbagi sedikit cerita,pengetahuan,dan untuk me-Review apa yg  selama ini pernah kita ketahui.

ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL ALAMIN
“AKHLAQ  RASULULLAH SAW CERMINAN RAHMATAN LIL ALAMIN”

Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman (Yang Maha  Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu  dikasih-sayangi mereka yang di langit. (HR. Bukhari)

Barangsiapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah. (HR. Bukhari)

Islam sangat menggalakkan terjadinya hubungan sosial antar sesama  manusia berdasarkan pergaulan yang baik dan akhlak yang mulia. Hal itu  akan berdampak positif terhadap individu dan masyarakat. Oleh karena  itu, banyak sekali nash-nash al-Qur’an maupun hadits yang menganjurkan  agar berinteraksi melalui akhlak seperti ini. Allah Ta’ala berfirman,  “Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta  berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Q.s.,al-a’râf:199) dan  firman-Nya, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka  tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah  telah menjadi teman yang sangat setia.”(Q.s.,Fushshilat:34)

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus rodhiallohu ‘anhu, Rosululloh sholallahu  ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Alloh mewajibkan  (kalian) berbuat baik terhadap segala sesuatu, maka bila kalian hendak  membunuh orang (dalam peperangan ataupun yang lainnya), bunuhlah dengan  cara yang baik, dan bila kamu menyembelih (binatang), maka sembelihlah  dengan cara yang baik, hendaklah kalian menajamkan pisau dan  memperlakukan hewan sembelihan dengan lembut.” (HR Muslim)
Surat At Taubah ayat 128
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri,  berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan  keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap  orang-orang mukmin. لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ  عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ  رَحِيمٌ   128

Seorang muslim wajib meneladani Rasulullah SAW., yang telah dijelaskan  Allah sifatnya dalam firman-Nya, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar  berbudi pekerti yang agung.”(Q.s.,al-Qalam:4). Dalam firman-Nya yang  lain, Allah Ta’ala telah memerintahkan agar meneladani beliau SAW.,  “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang  baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan  (kedatangan) hari Kiamat.” (Q.s.,al-Ahzâb:21)


Kepada Rasulullah Saw disarankan agar mengutuk orang-orang musyrik.  Tetapi beliau menjawab: \"Aku tidak diutus untuk (melontarkan) kutukan,  tetapi sesungguhnya aku diutus sebagai (pembawa) rahmat.\" (HR. Bukhari  dan Muslim).


Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari)

Pada permulaan bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijrah, Nabi berangkat ke  Mekkah bersama 10.000 orang pasukan. Nabi berkemah di Marr’uz Zahran,  jaraknya kira-kira satu hari perjalanan dari makkah. Sementara itu pihak  Quraisy belum juga mengetahui pasukan kaum Muslimin yang segera  memasuki kota Makkah itu, mereka masih dalam kebingungan, bagaimana  caranya menangkis serangan kaum Muslimin.
‘Abbas paman Nabi yang selama ini selalu memimpin perang melawan  Nabi dan kaum Muslimin, dengan diam-diam telah meninggalkan barisan  kaum Quraisy, pergi mendapatkan nabi menyatakan keIslamannya.
Abu Sufyan yang boleh dikatakan rajanya kaum Quraisy sesudah matinya Abu  Jahal,serta ahli perang yang kenamaan, telah mengikuti pula akan jejaj  ‘Abbas. Ia dating menghadap ‘Abbas untuk dibawa kehadapan nabi guna  menyatakan keislamannya. Selanjutnya setelah menyatakan keIslamannya Abu  Sufyan kembali keMakkah dengan hati tentram. Kepada kaumnya diceritakan  jumlah dan kekuatan tentara kaum Muslimin, yang tidak akan dapat  dibendung oleh siapapun juga. Tetapi barang siapa dating kerumahku (Abu  Sufyan) orang itu akan selamat dan barang siapa menutupi pintu rumahnya  orang itu akan selamat dan barang siapa berlindung dibawah Ka’bah orang  itu juga akan selamat. Dengan demikian berarti bahwa kota Makkah  menyerah tanpa syarat.
Mulailah Nabi dankaum Muslimin bergerak memasuki kota Makkah. Setelah  sampai di Dhu Tuwa, dilihatnya tidak ada perlawanan dari pihak Quraisy,  lalu pasukannya dihentikan. Mereka bersama-sama membungkuk menyatakan  rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah membukakan pintu Lembah Wahyu  dan tempat rumah suci itu sehingga mereka dapat masuk dengan aman dan  tentram.. Sungguhpun demikian Nabi Muhammad SAW beserta kaum Muslimin  tetap selalu waspada dan berhati-hati. Diperintahkannya pasukan supaya  jangan sampai melakukan pertempuran, jangan samapi meneteskan darah  kecuali jika sangat terpaksa sekali. Zubair bin ‘Awwam dalam memimpin  pasukan itu ditempatkan pada sayap kiri dan diperintahkan memasuki  Makkah dari sebelah utara. Khalid bin Walid ditempatkan pada sayap kanan  dan diperintahkan supaya memasuki Makkah dari jurusan bawah. Sa’ad bin  Ubadah yang memimpin orang Madinah supaya memasuki makkah dari sebelah  barat, sedang ‘Abu Ubaida bin jarrah oleh Nabi Muhammad SAW ditempatkan  dalam barisan Muhajirin dan bersama-sama memasuki Makkah dari bagian  atas dikaki gunung Hind.
Pada saat Nabi beserta kaum Muslimin memasuki kota kelahirannya  itu, dari pihak Quraisy tidak ada perlawanan sama sekali kecuali pasukan  Khalid bin Walid yang dihujani anak panah, karena itulah Khalid bin  Walid terpaksa membalas denagn serangan. Melihat kejadian itu Nabi  merasa sedih sekali dan berteriak geram. Lalu dipanggilnya Khalid bin  Walid untuk menjelaskan kejadian tersebut. Setealah diketahuinya apa  yang terjadi itu, teringatlah ia bahwa yang sudah dikehendaki Allah,  itulah yang terbaik.
Selanjutnya Nabi Muhammad SAW memasuki Ka’bah membersihkannya dari  patung-ptung berhala. Beliau bersama kaum Muslimin melakukan Thawaf  sebanyak tujuh kali. Selesai beliau melakukan Thawaf, dipanggilnya  Ustman bin Thalhah juru pintu Ka’bah untuk membukakan pintu. Sekarang  nabi Muhammad SAW berdiri didepan pintu, penduduk makkah yang puluhan  ribu jumlahnya sudah berkumpul disitu. Mereka menunggu-nunggu tindakan  apakah yang akan dilakukan Rasulullah setelah menduduki makkah. Lalu  beliau berpidato dihadapan mereka itu serta membacakan firman Allah SWT  Surat Al Hujuraat ayat 13 :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki  dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan  bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang  paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling  bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha  Mengenal. يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ  وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ  أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 13
Dan diperjelas dengan Sabda Beliau dalam suatu Hadits
“Wahai segenap manusia, sesungguhnya Robbmu satu dan bapakmu satu. Tidak  ada kelebihan bagi seorang Arab atas orang Ajam (bukan Arab) dan bagi  seorang yang bukan Arab atas orang Arab dan yang (berkulit) merah atas  yang hitam dan yang hitam atas yang merah, kecuali dengan ketakwaannya.  Apakah aku sudah menyampaikan hal ini?” (HR. Ahmad)
Jadi setiap manusia itu dimata Allah adalah sama yang  membedakannya adalah ketaqwaan mereka bukan dari keturunan ataupun  berdasarkan suku atau bangsa.
Setelah berpidato, lalu nabi bertanya kepada mereka,” Wahai orang-orang  Quraisy, hukuman apa yang mesti aku lakukan terhadap kamu sekarang?”  Mereka menjawab, ‘ Yang baik-baik, wahai saudara yang pemurah.” Lalu  Nabi mengatakan, “Pergilah kamu sekalian. Kamu sekarang sudah bebas.”.
Dengan hati yang lega dan puas , penduduk Makkah dari keadaan panic dan  cemas, berubah menjadi keadaan gembira dan sukaria, sejak saat itulah  orang-orang Quraisy berduyun-duyun memeluk Islam. Mulai dari golongan  yang serendah-rendahnya sampai kepada golongan yang setinggi-tingginya.  Kepala-kepala perang mereka yang telah berkali-kali berperang melawan  Nabi, sekarang dengan hati yang tulus ikhlas serta dengan iman yang  teguh masuk agama islam, menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang riwayat  hidup mereka tertulis dengan tinta emas dalam sejarah Islam.
Demikianlah Islam datang tanpa permusuhan, tanpa dendam serta tanpa  pertumpahan darah. Tidak pernah ada penaklukan tanpa pertumpahan darah  dan tidak pernah ada ampunan seperti yang pernah diperlihatkan Nabi  kepada orang yang ditaklukannya dalam sejarah dunia. Islam datang  membawa perdamaian dan kebenaran. Islam maju dan berkembang karena  kemuliaan Akhlaq Rasulullah SAW bukan dengan pemaksaan dan kekerasan  karena tiada paksaan didalam memeluk agama islam.